Informasi Umum

Peran Mediator Bisnis dalam Menunjang Produktivitas Perusahaan

Peran Mediator Bisnis

Peran mediator bisnis cukup penting dalam mengembangkan usaha atau bisnis yang dijalankan. Tak jarang perusahaan merasa kesulitan dalam memasarkan produk yang dibuatnya atau melakukan ekspansi pasar. Dalam kondisi demikian, perusahaan seringkali memanfaatkan jasa pihak ketiga yang tak lain adalah mediator bisnis atau yang sering dikenal sebagai agen pengalih bisnis (business transfer agent).

Umumnya, perusahaan memanfaatkan jasa mediator bisnis dikarenakan minimnya pengetahuan tentang kondisi konsumen yang menjadi target pasarnya. Selain itu, sarana dan prasarana yang tersedia sangat minim dalam rangka pencapaian target atau tujuan perusahaan. Pihak mediator bisnis ditunjuk untuk melakukan mediasi karena biasanya memiliki kemampuan atau skill yang memadai dalam menggaet konsumen potensial atau melakukan teknik pemasaran yang jitu. (Baca juga : Cara Mengelola Profit Perusahaan).

Mengenal Lebih Dekat Peran Mediator Bisnis Sebagai Pihak Ketiga

Masing-masing mediator bisnis memiliki peran yang berbeda-beda sesuai dengan ketrampilan yang mereka dimiliki. Perusahaan dapat memilih mediator yang dinilai kompeten dengan tujuan atau kepentingan yang hendak dicapai. Berikut ini ulasan lengkap mengenai peran-peran yang dimiliki mediator bisnis:

  1. Menetapkan MPSP (Most Probable Selling Price)

Peran mediator bisnis yang paling utama adalah menentukan MPSP atau harga jual produk yang paling memungkinkan. Tak jarang perusahaan yang bimbang untuk menetapkan harga jual. Hal ini dapat disebabkan faktor tertentu seperti perusahaan belum mengetahui respon target pasar terhadap produk yang diluncurkan. Adanya pesaing bisnis yang menjual produk sejenis juga sangat mempengaruhi harga jual.

Mediator akan melakukan survey dengan terjun langsung ke lapangan untuk bertemu dengan para calon konsumen potensial. Setelah melakukan survey lapangan, pihak mediator akan melaporkan kepada perusahaan dengan data-data yang telah dirangkum. Beberapa masukan akan disampaikan kepada perusahaan tentang harga produk yang paling memungkinkan. Perusahaan nantinya akan mengambil keputusan dengan mempertimbangkan biaya pokok produksi dan keuntungan yang diinginkan.

  1. Mencari calon pembeli

Mediator juga berperan untuk mencari calon pembeli potensial. Pihak ketiga akan melakukan kegiatan promosi atau pengiklanan kepada calon konsumen agar mereka tertarik pada produk tersebut ditawarkan. Mediator biasanya memiliki trik yang cukup baik sebagai influencer dalam memberikan pengaruh kepada pihak lain. Umumnya, pihak mediator bisnis memiliki website atau software bisnis tersendiri sebagai sarana untuk memasarkan produk klien. Selain melalui website, produk juga dipasarkan melalui iklan di koran, majalah bisnis, ataupun laman internet.

  1. Mengolah informasi tentang profil perusahaan dan menguraikan pada calon pembeli

Peran selanjutnya dari seorang mediator bisnis ialah mengolah informasi tentang profil perusahaan secara lebih komprehensif. Informasi tersebut nantinya disampaikan kepada para konsumen potensial agar mereka mengetahui secara detail tentang bisnis yang sedang dijalankan oleh perusahaan. Mediator punya tugas penting untuk meyakinkan para target pasarnya agar mau membeli produk yang ditawarkan.

  1. Melakukan negosiasi kontrak pembelian pada buyer

Tugas selanjutnya dari seorang mediator bisnis ialah melakukan negosiasi dengan calon buyer atau pembeli. Jika telah yakin dengan produk klien, buyer biasanya akan melakukan kontrak pembelian dalam jangka waktu tertentu. Dalam hal ini, mediator akan membuat kesepakatan bisnis yang saling menguntungkan.

Peran mediator bisnis cukup besar bagi perusahaan yang sedang Anda jalankan. Selain melalui bantuan mediator, bisnis bisa semakin berkembang dengan managemen keuangan yang baik. Finata menjadi solusi tepat terhadap kebutuhan pengelolaan keuangan Anda. Finata dapat membantu berbagai keputusan dan strategi bisnis perusahaan.